Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Banjir Besar Serentak, Dari Jerman sampai ke China: Masihkah Kita Meragukan Bahaya Perubahan Iklim?

Gambar
Dalam pekan terakhir di bulan ini, bencana banjir mematikan yang telah menjungkirbalikkan kehidupan di China dan Jerman terjadi dalam selang waktu yang hampir bersamaan. Pada tanggal 17 Juli 2021, kantor berita Reuters melaporkan bahwa banjir bandang sedang menghantam bagian barat Jerman dan Belgia. Sedikitnya 157 orang meninggal atau hilang disapu arus deras yang dating secara tiba-tiba. Selang tiga hari kemudian,  Reuters kembali merilis berita tentang kepanikan penduduk kota Zhengzhou yang sedang terjebak dalam terowongan bawah tanah (subway) akibat banjir besar yang juga datang dengan tetiba tak disangka bakal jadi bencana. Roda ekonomi di kota industri yang terletak di tengah-tengah China itu terpaksa berhenti total. Kerugian finansial akibat banjir bandang ini diperkirakan mencapai 2,7 triliun rupiah. Fenomena ini telah mengingatkan kita kembali akan kebenaran bahaya perubahan iklim , dimana para ilmuan telah mewanti-wanti para pemimpin dunia akan peningkatan kejadian cua

Biofuel Alga: Menjanjikan Namun Bisa Bikin Shell dan Chevron Putus Asa

Gambar
Awal mula kemunculannya, ide untuk memanen biofuel dari alga tampak begitu menjanjikan, baik dari segi teknis maupun ekonomi. Namun kenyataannya ternyata berbanding terbalik, hingga kini belum lagi ditemukan teknologi tepat guna yang mampu memproduksi biofuel dari alga dalam skala industri. Sedangkan kompetitor lain sesama energi alternatif seperti PLTB dan PLTS, teknologinya semakin mutakhir. Kini, penggunaan energi angin dan surya sudah mengalahkan biofuel alga dari segala sisinya. Pemain besar industri energi seperti Shell dan Chevron telah mengangkat bendera putih setelah menyadari bahwa biofuel alga hanya akan jadi layak dalam waktu 50 tahun lagi, itu pun jika mereka mau membiayai penelitiannya secara berkesinambungan tanpa henti. Cuma ExxonMobil saja yang masih setia untuk menjadi donatur bagi penelitian bioful alga agar para penelitinya bisa terus bekerja. Penelitian alga sebagai sumber bahan bakar nabati mulai dikenal luas sejak tahun 1970an. Sejak saat itu berbagai upaya sudah

The Belt and Road Initiative (BRI) setelah 8 tahun diumumkan #1

Gambar
Strategi The Belt and Road Initiative (BRI) untuk pertama kalinya diumumkan oleh Presiden Xi Jinping dalam kunjungan resminya ke Indonesia dan Kazakhstan pada tahun 2013. Ketika di Kazakhstan, ia menguraikan visinya untuk memulihkan rute perdagangan darat dari China ke Asia Tengah dan Eropa — yang memang dikenal sebagai “Jalan Sutra” kuno via daratan. Sedangkan di Indonesia, Presiden Xi Jinping menostalgiakan kembali rute “jalan sutra maritim”, yaitu sebuah koridor laut di selatan China yang menghubungkan pelayaran dari Asia Timur ke Timur Tengah dan Eropa. Menurut worldhistory, kedua rute tersebut memang sudah dikenal sebagai jalur penghubung antara peradaban Timur dan Barat sejak 150 Tahun SM hingga tahun 1453 M. Dalam tujuh tahun pelaksanaannya, The Belt and Road Initiative tersebut menjadi cukup kontroversial, terutama di Barat. Kontroversi ini dipicu oleh kurangnya transparansi yang memang jadi ciri khas China dalam mengelola informasi dalam negeri mereka. Otorita China

Elektrifikasi dan Bahan Bakar Nabati (BBN): Pasangan Serasi Dekarbonisasi Transportasi

Gambar
Gambar: pemeriksaanpajak.com Kebijakan untuk melistriki atau menabatikan kendaraan ternyata ternyata tidaklah patut untuk saling dipertentangkan namun akan lebih tepat jika dikombinasikan. Dalam Platts Future Energy Podcast , Senior Price Specialist untuk pasar gula dan etanol Brazil bagi S&P Global Platts, Nicolle Monteiro de Castro, menjelaskan bahwa Brazil sendiri sebagai produsen bioethanol terbesar dunia pun masih memerlukan kendaraan listrik jika hendak meninggalkan BBM fosil secara keseluruhan dalam industri transportasinya. Adapun dari referensi yang berbeda diperoleh proporsi emisi karbon Brazil dari pemanfaatan energi berdasarkan pemanfaatan (2019) dapat dirincikan sebagai berikut: 1) Transportasi 47%, 2) Industri 27%, 3) Pembangkit Listrik 9%, 4) Bangunan 5%, 5) Pertanian 3%, dan sektor lainnya sebesar 9%. Sedangkan angka 47% juga muncul sebagai proporsi etanol dalam pasar bahan bakar ringan (light fuel demand) di Brazil, hal ini diungkap oleh Nicolle Castro dalam

Electrification and biofuels: Combination, not disruption, is the path to decarbonize transportation

Electrification and biofuels: Combination, not disruption, is the path to decarbonize transportation : Electric vehicles have been trending as the primary choice to decarbonize the transportation sector worldwide. Although some could expect the EV revolution to disrupt all current technologies, existing biofuels can keep playing a key role where they are available. In this podcast, Brazil is discussed as an example of where transitioning to EVs is not as urgent as in other countries since the wide adoption of ethanol is already yielding significant reductions in emissions at a competitive cost.