Baterai Raksasa Dengan Ukuran 200 MW Bakal Tersedia di Irlandia

Image by Gerd Altmann from Pixabay

Teknologi baterai dan energi terbarukan adalah dua hal yang saling menguatkan satu sama lain. Semakin tinggi efisiensi baterai maka pemanfaatan aliran energi terbarukan seperti tenaga angin dan surya pun akan semakin efisien.

ElectroRoute, penyedia jasa sektor energi dan perdagangan asal Irlandia telah menandatangani kesepakatan untuk menyukseskan proyek baterai terbesar di Uni Eropa.

Saat ini Korea Hanwha Energy Corporation dan Lumcloon Energy sedang melakukan konstruksi bangunan penyimpan daya sebesar 200 MW di dua lokasi di Irlandia, yaitu Lumcloon dan Shannonbridge.

ElectroRoute bersedia untuk melekatkan peralatan in-house Virtual Power Plant buatannya dan platform khusus untuk teknologi baterai, supaya stabilitas jaringan listrik terjaga. 

Irlandia sendiri punya target 70% energi terbarukan pada tahun 2030 yang sebagian besarnya dipasok oleh energi angin, sehingga membutuhkan baterai hingga 1700 MW agar target tersebut bisa dicapai.

Tampak jelas bahwa kini ada konsensus yang berkembang di seluruh dunia bahwa setiap negara perlu mengejar target energi yang ramah lingkungan sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi dalam negeri.

Cerita tentang perkembangan teknologi baterai bukanlah sebuah kisah pengandaian atau khayalan lagi. Di California Selatan, baterai Powerwall dari Tesla telah terpasang pada ratusan rumah yang berfungsi layaknya genset ketika energi surya tak lagi bersinar. 

Tiga pemain besar migas Eropa, yaitu: Shell, BP, dan Equinor secara terang-terangan menampakkan perubahan pergerakan bisnisnya kearah energi terbarukan

Teknologi energi surya pun sekarang sudah mulai mengunakan semikonduktor generasi terbaru, yaitu "perovskit", dapat digunakan sebagai penyusun panel surya yang efisiensinya setara silikon tapi punya keunggulan dari sisi fleksibilitas.

Harga panel surya pun turun drastis, yaitu ketika Tesla meluncurkan panel surya roof top seharga $ 2 / watt.

Transformasi energi akan menjadi salah satu elemen utama yang membentuk kembali peta geopolitik abad ke-21. Mulai dari kereta api bertenaga surya hingga baling-baling turbin yang dicat hitam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terserang Penyakit Mematikan dari Asap Tungku, Memasak dengan Kayu Bakar Masih Terus Merenggut Jutaan Nyawa Manusia

Biodiesel Ganja Rami (Hemp Fuel) dan Harapan (Palsu) Baru Spesies Cannabis Sativa

Baterai Dari Plastik Daur Ulang, Solusi Bagi Masalah Sampah Dunia