Mobil Listrik Akhirnya Hidup Kembali Setelah 'Pingsan' Berkepanjangan

Mandeknya bisnis kendaraan listrik ketika masa kejayaan tipe mesin pembakaran internal selama masa-masa awal bisnis mobil tentunya dapat dimaklumi.

Saat itu, di era 1950-1990, bahan bakar fosil masih murah dan juga lebih efisien digunakan dibandingkan dengan kendaraan listrik seperti produksi Baker Electric dan Porsche P1 dimana mobil listrik masih membutuhkan waktu yang sangat lama untuk melakukan pengisian daya.

Namun, kematian mobil listrik yang terjadi di akhir tahun 90-an adalah sesuatu yang jauh lebih sulit untuk diterima.

GM EV1 Tahun 1997 (Foto: John B. Carnett | Getty Images via caranddriver.com)

Selama pertengahan 90-an, kendaraan listrik modern yang dijuluki EV1 diproduksi oleh General Motors sepatutnya dapat mendorong perubahan dunia otomotif ke energi yang lebih bersih.

Berbekal teknologi motor induksi arus bolak-balik tiga fase serta baterai lead-acid yang kemudian digantikan oleh baterai NiMH, membuat EV1 menjadi pilihan yang atraktif buat perjalanan dalam kota karena gesit, cepat, dan bebas asap.

Walau begitu dielu-elukan oleh produsennya ternyata EV1 ditakdirkan untuk pingsan karena dihantam produsen mobil berbahan bakar fosil. Maka tak aneh bila sekarang ada yang mengatakan bahwa Tesla bersama produsen mobil listrik lainnya adalah karma bagi produsen mobil lama karena sudah membunuh EV1.

Meskipun General Motors bersikeras bahwa kendaraan itu tidak layak secara komersial, spekulasi pun tetap berkembang. Karena pengamat melihat tren produksi mobil SUV besar yang boros bahan bakar dalam jajaran produk General Motors disamping EV1. 

Beredarlah rumor bahwa mobil listrik sengaja dimatikan karena berpotensi mengancam industri mobil bahan berbakar fosil. Sebab mobil listrik konon katanya minim biaya perawatan, sehingga bisa membuat bisnis suku cadang otomotif nantinya gulung tikar.

Tesla Model 3 (Foto: wikimedia.org)

Dan sepertinya tidak ada yang lebih keras perjuangannya untuk menghidupkan kembali mobil listrik seperti halnya perjuangan Tesla, perusahan otomotif dan peralatan penyimpan energi asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Elon Musk dkk. 

Tesla menghadapi dan terus menghadapi penentangan yang kuat dari perusahan otomotif konvensional, yaitu mereka yang tetap ingin agar industri otomotif hanya dimiliki oleh teknologi mesin bakar internal.

Untungnya Tesla memiliki tim yang berdedikasi tinggi dan juga keras kepala serta ketahanan dari Elon Musk dkk itu sendiri. Kalau tidak tentu saja perusahaan itu bisa saja mengikuti nasib yang sama seperti General Motor yang konon kabarnya 'membunuh' EV1.

Tesla Model S (Foto:edmunds.com)

Akhirnya kendaraan listrik seperti Model S dan Model 3 mampu mengubah permainan industri otomotif dan mengacaukan pasar kelas kendaraan yang sejak dulu didominasi oleh mesin pembakaran internal. Pandemi Covid-19 pun membawa momentum baru bagi mobil listrik sehingga akan jauh lebih sulit dibunuh lagi untuk kedua kalinya.

Di tengah kesuksesan perusahaan seperti Tesla, pembuat mobil lawas pun akhirnya terpaksa mengikuti permainan mengejar untuk ketinggalan. Kendaraan seperti Jaguar I-PACE dan Chevy Bolt EV adalah representasi dalam hal ini.

Membuat laju inovasi di segmen kendaraan listrik terdongkak begitu cepat. Perusahaan mobil lawas tidak hanya berhadapan dengan Tesla yang telah mengembalikan kendaraan listrik ke dalam peta industri otomotif, karena sekarang banyak perusahaan yang bergabung dalam permainan baru ini.

Lucid Air (Foto: electrive.com)

Saat ini sudah ada 'Lucid Air', mobil listrik produksi Lucid Motors berbentuk sedan super mewah yang kemungkinan akan menggantikan Mercedes S-Class.

Truk SUV Produksi Bollinger Motors (Foto: Bollinger Motor via businessinsider.com)

Dikelas SUV hadir Rivian R1T dan R1S yang punya jarak tempuh lebih dari 600 km, serta Bollinger Motors yang memproduksi mobil listrik jenis SUV yang hampir mirip Humvee. Porsche pun telah merombak seluruh pabriknya di Zuffenhausen hanya untuk membuat dirinya siap untuk memproduksi lebih banyak kendaraan listrik seperti Taycan.

Artinya revolusi industri otomotif kiranya sedang berlangsung, dimana dunia akan dipenuhi oleh kendaraan baru yang bebas asap. Perubahan tatanan ekonomi energi pada sektor transportasi pasti akan terjadi dan akan menorehkan tinta bersejarah dalam catatan perjalanan panjang transisi energi global.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terserang Penyakit Mematikan dari Asap Tungku, Memasak dengan Kayu Bakar Masih Terus Merenggut Jutaan Nyawa Manusia

Biodiesel Ganja Rami (Hemp Fuel) dan Harapan (Palsu) Baru Spesies Cannabis Sativa

Baterai Dari Plastik Daur Ulang, Solusi Bagi Masalah Sampah Dunia