Korea Selatan Mulai Produksi BBN Untuk Kapal Laut

Gambar: maritime-executive.com

Menerima kenyataan adalah langkah awal menuju perbaikan. Sebagai salah satu penyumbang emisi karbon terbesar dunia, industri perkapalan sepertinya menerapkan prinsip ini. Dia tahu bahwa dia memiliki masalah, dia tahu dia harus berubah, dan dia pun meminta bantuan.

Industri perkapalan berpolusi tinggi karena menggunakan salah satu jenis bahan bakar paling padat emisi yaitu bahan bakar minyak berat yang juga dikenal sebagai bahan bakar bunker. Laporan NPR akhir tahun lalu menyebutkan jika semua kapal di Bumi dianggap sebagai satu negara, maka negara itu akan menjadi pencemar udara terbesar keenam di dunia. 

Industri perkapalan, dengan skala masif dan bahan bakarnya yang kotor, berada tepat di belakang Jepang dalam hal tingkat polusi. Namun pendekatan terbuka sektor perkapalan terhadap perubahan iklim membuatnya menjadi sangat unik. Maersk, perusahaan pengiriman terbesar di dunia, telah berjanji untuk tidak menggunakan karbon pada tahun 2050.

Eksperimen dengan kapal pesiar bertenaga hidrogen sudah berlangsung pada 2019 lalu, dan satu jajak pendapat menunjukkan bahwa pelaku industri perkapalan secara keseluruhan mendukung penerapan dan adopsi bahan bakar hidrogen (fuel cell) dalam lima tahun ke depan.

Dalam pekan ini ada laporan bahwa Korea Selatan  sedang mengembangkan bahan bakar bio untuk dapat digunakan kapal laut.

Perusahaan pelayaran Korea HMM (Hyundai Merchant Marine) memimpin inisiatif ini, didukung oleh Korea Bio Energy Association, Hyundai Heavy Industries, Korea Shipbuilding & Offshore Engineering, dan Korean Register of Shipping untuk mengembangkan dan mempromosikan alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan.

Bahan bakar nabati (BBN) ini akan dibuat dari biomassa, termasuk pula minyak dari lemak hewani bersama dengan produk yang berasal dari bahan bakar biodiesel yang beredar saat ini. Prinsip 3R (reuse, reduce, recycle) membuat industri perkapalan akan menjadi jauh lebih ramah lingkungan.

Lantas bagaimana peluang Indonesia dalam industri pengolahan BBN untuk kapal laut?

Sumber: oilprice.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terserang Penyakit Mematikan dari Asap Tungku, Memasak dengan Kayu Bakar Masih Terus Merenggut Jutaan Nyawa Manusia

Biodiesel Ganja Rami (Hemp Fuel) dan Harapan (Palsu) Baru Spesies Cannabis Sativa

Baterai Dari Plastik Daur Ulang, Solusi Bagi Masalah Sampah Dunia