Dampak Ekonomi Tahun 2020, Migas Indonesia Terancam Krisis Ekonomi? Chevron Batalkan Investasi Proyek IDD?

 

Gambar Peta: Norman Harsono/TheJakartaPost.com

"Chevron memutuskan bahwa proyek Indonesia Deepwater Development yang terdiri dari beberapa KKS di Kutai Basin tidak dapat bersaing dalam portofolio global Perusahaan dan saat ini sedang mengevaluasi alternatif strategis untuk kepemilikan dan pengoperasian 62 persen sahamnya."; demikan jelas Chevron Indonesia dalam wesite resminya.

Andrew Harwood, seorang konsultan energi dari Wood Mackenzie, berhasil diwawancarai oleh The Jakarta Post pada pekan yang lalu. Dia mengatakan Chevron memiliki peluang yang lebih menarik di tempat lain, dan proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) akan membutuhkan operator baru.

Rupanya Chevron punya agenda besar untuk menfokuskan aset bisnis mereka di Utara Amerika, Australia, Teluk Meksiko, dan Kazakhstan, karena lebih menguntungkan raksasa migas asal Amerika Serikat tersebut. Harwood juga berpandangan bahwa proyek IDD punya pembeli potensial yang saat ini sedang mengembangkan lapangan Jangkrik di Muara Bakau, yaitu Eni, perusahan migas asal Italia.

Namun, dia mengingatkan agar pemerintah mengkaji kemungkinan pemberian insentif fiskal agar keekonomian proyek jadi menggiurkan. Jaminan perpanjangan izin untuk operator baru paska terminasi kontrak PSC pada tahun 2028 dan 2029 menurutnya adalah sebuah keniscayaan. 

Keluarnya Chevron dari proyek IDD merupakan pukulan besar kedua bagi industri migas nasional pada tahun ini. Sebelumnya Shell juga berencana untuk keluar dari Blok Masela di Maluku, yang merupakan bagian dari proyek strategis migas nasional lainnya.

Sebenarnya produksi migas  Chevron di Cekungan Kutai tempat proyek IDD ini berada sudah mulai sejak akhir 2016. Namun akibat imbas pandemi Covid-19 pada harga minyak dunia, perusahaan itu sepertinya merasa kelimpungan ketika hendak menyesuaikan target bisnisnya dengan harga minyak saat ini.

"Kami yakin proyek itu akan memiliki nilai bagi operator lain," kata juru bicara PT Chevron Pacific Indonesia, Sonitha Poernomo, kepada The Jakarta Post ketika dimintai keterangannya hari Kamis pekan lalu yang baru lampau.

Sekjen Kementerian ESDM, Ego Syahrial, menyatakan bahwa Pemerintah memang telah mendekati Eni untuk menjajaki proses ambil alih supaya proyek tersebut tetap berjalan sesuai target. Setelah mengetahui bahwa Chevron sedang mempersiapkan diri keluar dari Blok Rokan di Sumatera, Pemerintah mengambil langkah cepat agar proyek IDD ini tetap dapat berjalan pada tahun 2027.

Link video menarik: https://youtu.be/Nzbp1HkKM-g

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terserang Penyakit Mematikan dari Asap Tungku, Memasak dengan Kayu Bakar Masih Terus Merenggut Jutaan Nyawa Manusia

Biodiesel Ganja Rami (Hemp Fuel) dan Harapan (Palsu) Baru Spesies Cannabis Sativa

Baterai Dari Plastik Daur Ulang, Solusi Bagi Masalah Sampah Dunia