Biogas, Sumber Energi Dari Kotoran Sapi Ternyata Sedang Kejar Target

Biogas adalah gas yang berasal dari makhluk hidup, seperti yang diperoleh dari kotoran hewan atau pun limbah makanan lainnya yang telah melalui proses anaerobic dalam digester atau ruang kedap udara. Bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar memasak bagi rumah tangga atau diubah menjadi energi listrik oleh Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg).

Instalasi Biogas Komersil (Image by ADMC from Pixabay)

Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah ditetapkan beberapa target pengembangan energi terbarukan yang salah satunya adalah bioenergi dari biogas. Meski demikian ternyata hingga akhir semester pertama tahun ini capaian pemanfaatan biogas masih jauh dari target RUEN tahun 2025

Kalau diperhatikan sepertinya aspek pengembangan berkelanjutan masih menjadi tantangan terbesar bagi pemerintah dalam mengejar target proporsi biogas dalam bauran energi. Sedangkan aspek teknologi semestinya bukan lagi kendala yang nyata bagi pengembangan biogas di Indonesia.

Proses anaerobik memang menghasilkan gas metana sebagai bagian utama dari biogas yang sifatnya mudah terbakar. Namun demikian tingkat keberbahayaannya bagi kehidupan relatif lebih kecil dibandingkan dengan kebanyakan bahan bakar lain.

Pembuatan biogas sendiri sangat alamiah karena sama sekali tidak membutuhkan energi tambahan dalam prosesnya. Bahan baku yang digunakan dalam produksi biogas juga dapat diperbarui karena kotoran hewan/manusia maupun sisa makanan, dan sisa tanaman adalah bahan mentah yang akan selalu tersedia. 

Ilustrasi Proses Biogas (homebiogas.com)

Sepatutnya biogas adalah pilihan energi terbarukan yang sangat berkelanjutan. Tapi dalam kenyataannya, penerima manfaat biogas rumah tangga kadang kala tidak mampu memanfaatkan instalasi digester yang sudah ada secara berkelanjutan.

Berdasarkan data per tanggal 29 Mei 2020, biogas rumah tangga yang sudah terpasang di seluruh wilayah Indonesia mencapai 47.505 unit. Pendanaannya berasal dari APBN Kementerian ESDM, Donor, Dana Alokasi Khusus (DAK), Kementerian/Lembaga lain dan pihak swasta. 

Sementara itu Kementerian ESDM juga sudah mengembangkan pemanfaatan biogas komunal pesantren. Sejak tahun 2016, biogas komunal sudah dibangun di 20 pesantren yang tersebar di 10 provinsi.

Khusus untuk biogas komersil (PLTBg), saat ini sudah dibangun 7 buah pembangkit yang mampu menghasilkan listrik setara lebih kurang 96,21 MW. Kementerian ESDM dikabarkan sudah menyiapkan rencana strategis untuk mendorong pengembangan biogas terutama paska pandemi Covid-19.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terserang Penyakit Mematikan dari Asap Tungku, Memasak dengan Kayu Bakar Masih Terus Merenggut Jutaan Nyawa Manusia

Biodiesel Ganja Rami (Hemp Fuel) dan Harapan (Palsu) Baru Spesies Cannabis Sativa

Baterai Dari Plastik Daur Ulang, Solusi Bagi Masalah Sampah Dunia