'Big Oil has fallen' dan Pekerja Migas Dengan Senang Hati Beralih ke Renewable Energy

Gambar: Bloomberg News via ft.com

Ada dua berita yang hangat di dunia migas international dalam dua hari terakhir.

Pertama adalah artikel yang diberi tajuk Big Oil has fallen oleh independent.co.uk; isinya menggambarkan kegembiraan para pencinta lingkungan (environmentalist) karena Exxonmobil terdepak dari Dow Jones.

Pada 2013, Exxon adalah perusahaan paling nilainya mencapai angka sekitar $ 418 miliar dan yang tertinggi di dunia pada saat itu. Raksasa migas itu adalah anggota terlama yang terdaftar pada indeks pasar saham blue-chip sejak 1928 ketika masih bernama Standard Oil of New Jersey.

Jatuhnya ExxonMobil adalah pertanda bahwa peruntungan industri migas sudah mulai masuk masa-masa suram. Pandemi Covid-19 memberikan momentum besar yang mengiringi seruan untuk mengatasi krisis iklim dan penggurangan bahan bakar fosil.

Posisi ExxonMobil  akan digantikan oleh perusahaan perangkat lunak, Salesforce.com. Dan hanya menyisakan Chevron sebagai perusahan migas terakhir yang masih dalam indeks Dow Jones.

Yang kedua adalah tentang pekerja migas Skotlandia berbondong-bondong mengajukan diri untuk mendapatkan pelatihan ulang agar skill mereka dapat digunakan dalam industri energi terbarukan.

Dalam sebuah survei sebagaimana dilansir oleh Oilprice.com, ternyata lebih dari tiga perempat pekerja telah mempertimbangkan untuk turut serta dalam program pelatihan ulang agar dapat bekerja di industri energi terbarukan. 

Survei yang sama juga memperoleh gambaran bahwa 80 persen pekerja migas Skotlandia percaya bahwa kebijakan yang diambil untuk mengatasi perubahan iklim akan berdampak pada mandeknya karir mereka dalam industri migas.

Awal tahun ini, OGUK, asosiasi perdagangan terkemuka untuk industri minyak dan gas lepas pantai Britania Raya, memperingatkan bahwa hingga 30.000 pekerjaan dapat hilang di sektor minyak dan gas Laut Utara Inggris sebagai akibat dari krisis.

Gambar: scottishconstructionnow.com

Para profesional tersebut memiliki keterampilan dan keahlian tingkat tinggi. Artinya bila mendapatkan dukungan yang tepat dari pihak terkait untuk membuat perencanaan proyek yang jelas guna memenuhi target perubahan iklim, mereka dapat dimanfaatkan untuk membantu mengembangkan dan menumbuhkan tenaga kerja profesional yang dibutuhkan dalam industri energi terbarukan.

Kondisi ini memberikan pelajaran berharga bagi para pemegang kebijakan dunia bahwa bahan bakar fosil bukanlah basis ekonomi yang tangguh. 

Sudah waktunya bagi setiap pihak yang memiliki aset dalam industri migas memikirkan cara untuk dapat bertahan ketika sistem ekonomi terus bergerak kearah yang lebih berkelanjutan, untuk mewujudkan energi yang berkeadilan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terserang Penyakit Mematikan dari Asap Tungku, Memasak dengan Kayu Bakar Masih Terus Merenggut Jutaan Nyawa Manusia

Biodiesel Ganja Rami (Hemp Fuel) dan Harapan (Palsu) Baru Spesies Cannabis Sativa

Baterai Dari Plastik Daur Ulang, Solusi Bagi Masalah Sampah Dunia