Biaya Pasang Kabel Laut di Inggris Utara Tembus Angka 11 Triliyun Rupiah

Membangun jaringan transmisi adalah salah satu penyebab yang menghambat pengembangan sistem penyediaan listrik yang memanfaatkan energi terbarukan. Pelajaran tentang hal ini dapat dipetik dari pengalaman Jerman selama menjalankan kebijakan transisi energi yang terkenal dengan”German Energiewende”.

(Foto: commons.wikimedia.org)

Begitulah kiranya mengapa proyek sambungan transmisi listrik 600MW yang akan dibangun oleh Scottish and Southern Electricity Networks (SSEN) menelan biaya hingga 600 juta Pound Sterling, setara dengan Rp. 11,58 Triliyun bila kurs £1  = Rp. 19.303,87.

Beruntung kali ini Ofgem, regulator pemerintah untuk pasar gas dan listrik di Inggris Raya, memberikan dukungan penuh atas rencana pembangunan kabel listrik bawah laut yang akan menghubungkan 103 unit turbin PLTB dari Pulau Shetland ke Daratan Scotland.

Artinya Shetland di kemudian hari dapat memproduksi sebanyak-banyaknya listrik dari tenaga angin karena pulau kecil tersebut sudah dapat mengekspor listriknya ke seluruh daratan Inggris.

Membangun ladang angin di wilayah kepulauan yang jarang penduduk adalah pilihan yang tepat bagi keberhasilan pengembangan potensi listrik tenaga angin. Karena masyarakat dapat merasa terganggu dengan adanya kincir angin raksasa disekitar mereka. 

Selain bising dan mengganggu pandangan, kincir angin raksasa itu kadang kala terbakar, baling-balingnya patah dan kemudian berterbangan di angkasa mencari mangsa, serta juga sering ditemukan bangkai burung malang yang tewas setelah menghantam bilah besi yang sedang berputar kencang di udara.

Ini merupakan perjalanan yang panjang, restu pemerintah Inggris terhadap proyek besar-besaran energi terbarukan kali ini tak lepas dari kondisi ekonomi global yang tak dapat lagi mengandalkan energi dari minyak dan gas bumi.

Proyek PLTB di Shetland merupakan investasi gabungan SSEN dan Viking Energy senilai lebih dari £ 1 miliar. Pembangunan jaringan transmisi bawah laut dilakukan oleh SSEN, sedangkan semua infrastruktur PLTB di pulau tersebut dibangun oleh Viking Energy.

Tentunya pemerintah Inggris mengharapkan manfaat sosial-ekonomi dan lingkungan yang besar bagi penduduk Shetland, Scotland dan seluruh Inggris Raya secara umumnya, karena dengan mendukung proyek energi terbarukan jenis ini maka ratusan pekerjaan terampil akan mendapatkan kesempatan untuk mengambil bagian dalam prosesnya. Kesempatan emas bagi energi terbarukan muncul di kala pandemi masih melanda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terserang Penyakit Mematikan dari Asap Tungku, Memasak dengan Kayu Bakar Masih Terus Merenggut Jutaan Nyawa Manusia

Biodiesel Ganja Rami (Hemp Fuel) dan Harapan (Palsu) Baru Spesies Cannabis Sativa

Baterai Dari Plastik Daur Ulang, Solusi Bagi Masalah Sampah Dunia