Abu Dhabi Bakal Bakal Punya Reaktor Nuklir Pertama Di Jazirah Arab

 
Kabarnya Uni Emirat Arab (UEA), negara Arab yang dikenal paling ekspansif dalam melakukan modernisasi, resmi meluncurkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang dinamai Barakah Unit 1. Demikianlah sebagaimana dilansir oleh CNBC pada Senin (1/08) yang baru lampau.

Reaktor PLTN Barakah-1 rencananya didirikan di wilayah timur Abu Dhabi, terletak di pesisir pantai Teluk Persia, dan diperkirakan mampu menghasilkan listrik sebesar 1.400 megawatt (MW).

Proyek PLTN Barakah dimodali secara patungan oleh Emirates Nuclear Energy Corporation (ENEC) dan Korean Electric Power Corp. yang menelan total biaya tak kurang dari $ 24,4 miliar. Karena setelah Barakah Unit 1, mereka nantinya juga akan membangun Unit 2, Unit 3, dan Unit 4 yang sama-sama menghasil listrik sebesar 1.400 MW.

Keempat reaktor akan menghasilkan 5.600 MW daya listrik dan diharapkan dapat mencegah pelepasan 21 juta ton emisi karbon setiap tahunnya. 

Dengan berjalannya proyek ini maka UEA resmi menjadi negara ke 31 di dunia yang memiliki PLTN serta menjadi reaktor nuklir pertama yang dibangun setelah 3 dekade lamanya. Hasil dari sebuah perjuangan panjang ENEC selama 12 tahun yang berkolaborasi dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Pemerintah Korea Selatan.

Dalam pernyataannya pada pekan yang lalu, CEO ENEC, Mohamed Ibrahim Al Hammadi, mengatakan bahwa mereka akan terus melangkah menggapai tujuannya untuk memasok seperempat dari kebutuhan listrik UEA dengan PLTN Barakah. Harapannya di masa depan UEA dapat menggunakan listrik dari sumber yang aman, andal, dan bebas emisi.

Keberhasilan UEA untuk terus melangkah jauh dalam upaya pengembangan energi nuklir tak lepas dari hubungan erat negara ini dengan Amerika Serikat (AS).  Pada tahun 2009, UEA telah mengambil bagian dalam kesepakatan AS-UEA 123 (U.S.-UAE 123 Agreement for Peaceful Civilian Nuclear Energy Cooperation) yang bisa diterjemahkan secara harfiah sebagai "Kerjasama Energi Nuklir Demi Masyarakat dan Perdamainan".

Berdasarkan perjanjian tersebut maka UEA dapat menerima bahan-bahan nuklir, peralatan, dan transfer teknologi dari Amerika Serikat sambil mencegahnya mengembangkan teknologi pengayaan uranium dan pemrosesan ulang bahan bakar, serta segala proses lainnya yang diperlukan untuk menciptakan bom nuklir.

Dan akhirnya, negara Arab yang kaya dengan minyak bumi seperti UEA pun ternyata sedang bersiap-siap untuk beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional negaranya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terserang Penyakit Mematikan dari Asap Tungku, Memasak dengan Kayu Bakar Masih Terus Merenggut Jutaan Nyawa Manusia

Biodiesel Ganja Rami (Hemp Fuel) dan Harapan (Palsu) Baru Spesies Cannabis Sativa

Baterai Dari Plastik Daur Ulang, Solusi Bagi Masalah Sampah Dunia