Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Menerka Posisi Energi Terbarukan dalam 5 tahun ke depan

Gambar
Gambar: www.mynewsdesk.com Belum lama rasanya kita sering mendengar ulasan pakar energi yang menyatakan bahwa untuk meningkatkan kapasitas terpasang pembangkit dari energi terbarukan butuh biaya tinggi sehingga subsidi pemerintah dibutuhkan dalam jumlah sangat besar agar investasi menjadi layak. Tapi hal tersebut adalah cerita masa silam yang sudah tak berlaku lagi pada zaman kekinian. Berikut ulasan seorang senior energy and material specialist, Matthew DiLallo , untuk The Motley Fool , sebuah perusahaan penasihat keuangan dan investasi. Setelah bertahun-tahun dikembangkan barulah biaya investasi energi terbarukan turun secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir ini. Kini sebagian besar proyek energi terbarukan tidak memerlukan lagi insentif dari pemerintah untuk dapat bertahan hidup. Tren itu mungkin akan lebih jelas kelihatan selama lima tahun ke depan. Kilas Balik Walau Cuma Sekilas Saja Sebelum membayangkan bagaimana nasib energi terbarukan di masa depan maka penting untuk mel

Harga Panel Surya Turun Drastis, Tepat Seperti Prediksi Para Pakar

Gambar
Pada tahun 2017 sudah diprediksi jika harga energi surya rata-rata turun menjadi $ 2,91 per watt di tahun 2020.  Tidak peduli bagaimana sistem pendanaannya, kini menggunakan tenaga surya benar menjadi proses yang ekonomis dengan keuntungan yang besar.  Penurunan harga yang terjadi pun ternyata mengalahkan perkiraan para pakar, yaitu ketika Tesla meluncurkan panel surya roof top seharga $ 2 / watt . Harga energi terbarukan seperti panel surya penting untuk mempercepat transisi menuju sistem energi yang baru, bersih, dan ramah lingkungan. Saat ini 75% emisi karbon yang dilepaskan ke udara setiap saat asalnya dari sektor energi.

Korea Selatan Mulai Produksi BBN Untuk Kapal Laut

Gambar
Gambar: maritime-executive.com Menerima kenyataan adalah langkah awal menuju perbaikan. Sebagai salah satu penyumbang emisi karbon terbesar dunia, industri perkapalan sepertinya menerapkan prinsip ini. Dia tahu bahwa dia memiliki masalah, dia tahu dia harus berubah, dan dia pun meminta bantuan. Industri perkapalan berpolusi tinggi karena menggunakan salah satu jenis bahan bakar paling padat emisi yaitu bahan bakar minyak berat yang juga dikenal sebagai bahan bakar bunker. Laporan NPR akhir tahun lalu menyebutkan jika semua kapal di Bumi dianggap sebagai satu negara, maka negara itu akan menjadi pencemar udara terbesar keenam di dunia.  Industri perkapalan, dengan skala masif dan bahan bakarnya yang kotor, berada tepat di belakang Jepang dalam hal tingkat polusi. Namun pendekatan terbuka sektor perkapalan terhadap perubahan iklim membuatnya menjadi sangat unik. Maersk, perusahaan pengiriman terbesar di dunia, telah berjanji untuk tidak menggunakan karbon pada tahun 2050. Eksperimen den

Mobil Hidrogen Belum Mati, Bahkan Sekarang Traktor Hidrogen Pun Sudah Ada

Gambar
  Gambar: farmmachinerysales.com.au Hidrogen merupakan bahan bakar yang nyaris sempurna karena jumlah melimpah ruah, terbarukan, efisien, dan tidak menghasilkan emisi karbon serta tidak mengandung asap beracun. Dilansir dari newatlas (16/6), H2X, sebuah perusahaan Australia mulai membangun pabrik kendaraan untuk industri dan mobil penumpang yang menggunakan bahan bakar hidrogen (fuel cell) yang akan beroperasi pada Maret 2022. H2X Australia tiba-tiba mengumumkan bahwa mereka memiliki beberapa prototipe kendaraan berbahan bakar hidrogen setelah menyembunyikan perkembangan penelitian yang dilakukan oleh tim elit yang terdiri dari 70 orang tenaga ahli dibidangnya. Karena infrastruktur pengisian bahan bakar hidrogen Australia saat ini belum ada, H2X berencana untuk membangun dua kendaraan berat terlebih dahulu yang dipersiapkan untuk perusahaan transportasi besar yang melayani rute antar negara bagian. Produk mobil hidrogen yang saat ini tersedia di Australia adalah Hyundai Nexo dan Toyot

'Big Oil has fallen' dan Pekerja Migas Dengan Senang Hati Beralih ke Renewable Energy

Gambar
Gambar: Bloomberg News via ft.com Ada dua berita yang hangat di dunia migas international dalam dua hari terakhir. Pertama adalah artikel yang diberi tajuk  Big Oil has fallen oleh independent.co.uk ; isinya menggambarkan kegembiraan para pencinta lingkungan ( environmentalist ) karena Exxonmobil terdepak dari Dow Jones . Pada 2013, Exxon adalah perusahaan paling nilainya mencapai angka sekitar $ 418 miliar dan yang tertinggi di dunia pada saat itu. Raksasa migas itu adalah anggota terlama yang terdaftar pada indeks pasar saham blue-chip sejak 1928 ketika masih bernama Standard Oil of New Jersey. Jatuhnya ExxonMobil adalah pertanda bahwa peruntungan industri migas sudah mulai masuk masa-masa suram. Pandemi Covid-19 memberikan momentum besar yang mengiringi seruan untuk mengatasi krisis iklim dan penggurangan bahan bakar fosil. Posisi ExxonMobil  akan digantikan oleh perusahaan perangkat lunak, Salesforce.com. Dan hanya menyisakan Chevron sebagai perusahan migas terakhir yang masih dal

Batubara Bisa Ramah Lingkungan Kalau Menggunakan Teknologi UCG

Gambar
Skema UCG / Gambar: globalsyngas.org Pada awal abad ke-20, industrialisasi telah membuat langit di kota-kota besar dunia tertutupi asap tebal dari mesin pabrik dan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.  Hal itu kemudian membuat Sir William Ramsay , salah satu ilmuwan Inggris yang terkemuka pada zamannya, mempromosikan penerapan ide gasifikasi batubara bawah tanah  yang dalam bahasa asalnya disebut sebagai underground coal gasification (UCG) .  UCG merupakan teknologi pemanfaatan batubara yang dilakukan tanpa proses penambangan melainkan melalui konversi batubara secara in-situ . Udara atau oksigen disuntikkan melalui sumur injeksi supaya lapisan batubara mengalami proses pembakaran yang menghasilkan gas. Tentunya gas tersebut dialirkan ke atas melalui sumur produksi untuk diolah menjadi bahan bakar dan bahan penggunaan industri kimia lainnya. Sebagian dari hasil gasifikasi dapat berguna untuk menghidupkan pembangkit listrik dan sebagian lagi dapat berfungsi sebagai bahan sintes

Bahan Kimia Penyebab Ledakan Beirut Ternyata Bisa Jadi Bahan Bakar Pesawat

Gambar
Gambar: newatlas.com Senyawa amonia yang menjadi penyebab ledakan di Beirut ternyata bisa jadi bahan bakar pesawat. Reaction Engine (RE) dan Dewan Fasilitas Sains dan Teknologi (STFC) Inggris baru saja menyelesaikan program penelitian bersama mereka untuk membuktikan: apakah teknologi manajemen termal hasil inovasi RE dapat digabungkan dengan katalis milik STFC sehingga amonia bisa dipakai sebagai bahan bakar dalam sistem penerbangan ? Mesin jet modern saat ini masih menggunakan berbagai bahan bakar berbahan dasar kerosene atau yang kita sebut sebagai minyak tanah. Untuk dimaklumi bahwa minyak tanah yang memiliki kepadatan energi yang sangat tinggi sehingga dapat menghasilkan energi dorong pada pesawat terbang yang jauh melampaui kecepatan suara. Gambar: irishtimes.com Sayangnya, bahan bakar semacam itu menghasilkan emisi CO2 dalam jumlah yang sangat signifikan, yang oleh industri penerbangan internasional sudah disepakati untuk dikurangi secara radikal hingga tercapai kondisi bebas

Kereta Tenaga Surya, Penjelajah Rel Kereta Api Masa Depan

Gambar
Apakah kereta tenaga surya akan mengantikan posisi lokomotif diesel sebagai penjelajah rel kereta api di masa depan? Gambar: tucson.com Jika proyek kereta Jakarta-Surabaya masih menggunakan sistem Diesel Electric Multiple Unit (DEMU) , Sunlight Express yang beroperasi pesisir New South Wales, Teluk Byron, Australia telah menggunakan kereta bertenaga surya penuh yang diklaim sebagai yang pertama di dunia. Rute sepanjang 3 km tersebut dibangun pada tahun 1949, kemudian pada 2017, rute ini dijelajahi oleh kereta dengan dua gerbong yang telah menarik perhatian penduduk di negara asalnya dan juga dunia. Kenapa banyak turis yang mau repot-repot datang kesana dan membeli tiket seharga 3 dolar? Padahal pemandangan di pesisir New South Wales bukanlah sesuatu yang dapat ditawarkan pada wisatawan lokal apalagi wisman. Ternyata itu semua disebabkan atap gerbong kereta yang tergolong unik.  Gambar: positive.news Setelah reparasi, gerbong penumpangnya sekarang dilengkapi dengan panel surya melengk

Mobil Listrik Akhirnya Hidup Kembali Setelah 'Pingsan' Berkepanjangan

Gambar
Mandeknya bisnis kendaraan listrik ketika masa kejayaan tipe mesin pembakaran internal selama masa-masa awal bisnis mobil tentunya dapat dimaklumi. Saat itu, di era 1950-1990, bahan bakar fosil masih murah dan juga lebih efisien digunakan dibandingkan dengan kendaraan listrik seperti produksi Baker Electric dan Porsche P1 dimana mobil listrik masih membutuhkan waktu yang sangat lama untuk melakukan pengisian daya. Namun, kematian mobil listrik yang terjadi di akhir tahun 90-an adalah sesuatu yang jauh lebih sulit untuk diterima. GM EV1 Tahun 1997 (Foto: John B. Carnett | Getty Images via caranddriver.com) Selama pertengahan 90-an, kendaraan listrik modern yang dijuluki EV1 diproduksi oleh General Motors sepatutnya dapat mendorong perubahan dunia otomotif ke energi yang lebih bersih. Berbekal teknologi motor induksi arus bolak-balik tiga fase serta baterai  lead-acid  yang kemudian digantikan oleh baterai NiMH, membuat EV1 menjadi pilihan yang atraktif buat perjalanan dalam kota karena

Investasi Tiga Pemain Besar Migas (Shell, BP, dan Equinor) di Sektor Energi Terbarukan Semakin Gencar

Gambar
Tanpa diketahui banyak orang ternyata ada peran besar beberapa raksasa migas dalam transisi energi dunia saat ini. Ibarat dalam sebuah permainan, mereka memilih untuk menaikkan taruhan secara signifikan pada energi terbarukan (EBT) dengan membatalkan mega proyek migas yang telah direncanakan sebelumnya. (Gambar: i.ytimg.com) Lebih dari 1.400 GW kapasitas energi terbarukan dunia bertambah dalam kurun 2010-2019. Badan Energi Internasional (IEA) mengharapkan pertumbuhan tersebut semakin tinggi dan memperkirakan akan ada tambahan instalasi sekitar 1.200 GW untuk periode 2019-2024.  PLTB lepas pantai diharapkan bertambah tiga kali lipat atau setara dengan 4% dari 1.200 GW. Tujuan energi berkelanjutan jangka panjang dari perusahaan migas dan kebijakan pemerintah serta penurunan biaya peningkatan bauran energi terbarukan menjadi faktor utama yang mendorong ekspansi pasar EBT. Mari kita lihat tiga perusahaan asal Eropa yang secara agresif menargetkan investasi besar-besaran di sektor EBT. Yan

Sinyal Halus Transisi Energi Indonesia

Gambar
Seiring dengan menurunnya harga listrik dari energi baru terbarukan (EBT), muncul kecenderungan baru dalam bisnis energi. Transisi dari energi fosil ke EBT terjadi secara cepat di negara-negara konsumen energi terbesar dunia.  ( Foto: greentechlead.com ) Tahun 2020 ini penduduk benua Eropa untuk pertama kalinya mencatat kondisi dimana produksi listrik energi terbarukan mampu melampaui produksi listrik dari energi fosil. Harga listrik dari surya dan angin diproyeksi secara global akan lebih murah pembangkit batu bara pada 2030 mendatang. Hal tersebut membuat investasi pembangunan solar PV baru jadi lebih murah dibandingkan dengan mempertahan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) eksisting. Dengan demikian maka potensi penurunan nilai dan kerugian aset menjadi besar sehingga PLTU tak lagi kompetitif . Gambar oleh Sumanley xulx dari Pixabay  Dalam strategi transisi energi yang pernah disampaikan oleh Menteri ESDM ditarget dalam tiga tahun ke depan semua pembangkit listrik ten

Baling Baling Warna Hitam, Solusi Dilema Energi Angin

Gambar
Selama bertahun-tahun, turbin angin yang menghasilkan listrik tanpa polusi jadi ancaman nyata bagi kehidupan satwa burung. Dilaporkan oleh  Orion Rodriguez untuk Inhabitat bahwa hingga tahun 2013 saja tercatat setidaknya sekitar 40.000 burung per tahun mati akibat tercincang baling baling angin di Amerika Serikat.  (Foto: inhabitat.com) Tapi Audobon pada tahun 2016 melaporkan hasil perkiraan yang lebih fantastis dimana sekitar 140.000 hingga 328.000 burung terbunuh setiap tahun di sekitar menara monopole Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Maka pencinta lingkungan kemudian dihadapkan pada dilema terkait energi terbarukan, apakah mempertahankan eksistensi pembangkit listrik bertenaga angin yang super bersih dan ramah lingkungan namun berbahaya bagi satwa burung liar? (Foto: windmillskill.com) Nah, untuk itulah mengapa Energy Norway memulai proyek penelitian yang mungkin akan mengubah semua itu sejak tahun 2013. Perusahaan energi terbesar di negara yang memiliki garis pantai terpa

Inovasi E-PYMISO Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Jadi Juara di ESDM Energy Challenge 2020

Gambar
Untuk menjawab tantangan energi masa depan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjaring para inovator muda melalui program bertajuk #ESDMChallenge2020 . (Foto: esdm.go.id) Setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat, Kementerian ESDM hanya meloloskan 56 karya saja dalam tahapan seleksi administrasi. Kemudian dari seluruh karya yang telah lolos seleksi administrasi tersebut dilakukan evaluasi tahap penjaringan untuk memperoleh 10 finalis. Para juri melakukan penilaian melalui tiga variabel pendekatan, yaitu: inovasi, aksi, dan sosial ekonomi. Dan ternyata inovasi E-PYMISO yang diangkat mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta berhasil keluar sebagai yang pertama dalam tiga besar inovasi juara dalam program tersebut. E-PYMISO adalah singkatan dari Eco Friendly Pyrolisis Plastic Waste by Microhydro and Solar Energy. Cara kerjanya harus melalu empat jenis tahapan terlebih dahulu sebelum dapat menghasilkan minyak bakar. Cara Kerja E-PYMISO (Grafis: yusufmaula_id/instagram.com )

Biogas, Sumber Energi Dari Kotoran Sapi Ternyata Sedang Kejar Target

Gambar
Biogas adalah gas yang berasal dari makhluk hidup, seperti yang diperoleh dari kotoran hewan atau pun limbah makanan lainnya yang telah melalui proses anaerobic dalam digester atau ruang kedap udara. Bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar memasak bagi rumah tangga atau diubah menjadi energi listrik oleh Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Instalasi Biogas Komersil ( Image by ADMC from Pixabay ) Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah ditetapkan beberapa target pengembangan energi terbarukan yang salah satunya adalah bioenergi dari biogas. Meski demikian ternyata hingga akhir semester pertama tahun ini capaian pemanfaatan biogas masih jauh dari target RUEN tahun 2025 .  Kalau diperhatikan sepertinya aspek pengembangan berkelanjutan masih menjadi tantangan terbesar bagi pemerintah dalam mengejar target proporsi biogas dalam bauran energi. Sedangkan aspek teknologi semestinya bukan lagi kendala yang nyata bagi pengembangan biogas di Indonesia. Proses anaerobik memang menghasi

Produksi Listrik Energi Terbarukan Berhasil Mengalahkan Energi Fosil Untuk Pertama Kalinya di Eropa

Gambar
Dalam laporan semester pertama yang dirilis pada bulan Juli lalu oleh lembaga Think Tank , produksi listrik gabungan semua energi terbarukan (angin, matahari, air, panas bumi dan bioenergi) di Eropa untuk pertama kalinya berhasil menyumbang 40 persen kebutuhan listrik Uni Eropa dari Januari hingga Juni.  Image by Gerd Altmann from Pixabay  Sedangkan listrik dari bahan bakar fosil hanya menyumbang 34 persen, alias lebih rendah 6% dari energi terbarukan. Flourish Chart by Ember Lebih dari seperlima (21%) energi Eropa dihasilkan oleh panel surya dan turbin angin pada paruh pertama tahun 2020 . Angka tertinggi di Denmark (64%), kemudian Irlandia (49%) dan pada posisi ketiga diikuti Jerman (42%). Negara-negara Eropa sangat serius dalam mengurangi pemakaian listrik dari bahan bakar batu bara. Dari sisi kuantitas, penurunan terbesar terjadi di Jerman walaupun dari sisi persentase tidak mampu mengalahkan Portugal.  Penggunaan listrik dari pembangkit batubara di Spanyol dilaporkan berkurang hin

Biaya Pasang Kabel Laut di Inggris Utara Tembus Angka 11 Triliyun Rupiah

Gambar
Membangun jaringan transmisi adalah salah satu penyebab yang menghambat pengembangan sistem penyediaan listrik yang memanfaatkan energi terbarukan. Pelajaran tentang hal ini dapat dipetik dari pengalaman Jerman selama menjalankan kebijakan transisi energi yang terkenal dengan” German Energiewende ”. (Foto: commons.wikimedia.org) Begitulah kiranya mengapa proyek sambungan transmisi listrik 600MW yang akan dibangun oleh Scottish and Southern Electricity Networks (SSEN) menelan biaya hingga 600 juta Pound Sterling , setara dengan Rp. 11,58 Triliyun bila kurs £1  = Rp. 19.303,87. Beruntung kali ini Ofgem , regulator pemerintah untuk pasar gas dan listrik di Inggris Raya, memberikan dukungan penuh atas rencana pembangunan kabel listrik bawah laut yang akan menghubungkan 103 unit turbin PLTB dari Pulau Shetland ke Daratan Scotland. Artinya Shetland di kemudian hari dapat memproduksi sebanyak-banyaknya listrik dari tenaga angin karena pulau kecil tersebut sudah dapat mengekspor listriknya ke

Drone Kapal Selam Mempermudah Perbaikan Kabel Bawah Laut

Gambar
Drone Kapal Selam atau AUV (Autonomous Underwater Vehicles) / Foto: Rovco via bbc.com Pembangunan kincir angin Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sekarang lagi gencar-gencarnya dibangun di lepas pantai . Tentunya untuk menghubungkan pembangkit listrik di tengah laut pasti butuh kabel bawah laut yang panjangnya bisa mencapai puluhan kilometer. Sampai saat ini umumnya survei kelautan ( marine survey ) dilakukan oleh tim yang berangkat dengan perahu, merekam dan mengumpulkan data baru kemudian dianalisis setelah tim tiba mendarat kembali.  Terkadang survei dapat hanya melibatkan kapal yang relatif kecil dengan dua anggota awak, yaitu seorang surveyor dan nakhodanya. Tetapi ketika harus melakukan survei di laut dalam maka kapal besar yang jumlah awaknya hingga lusinan orang harus digunakan, tentu biaya pun jadi membengkak, bisa-bisa menembus angka Rp. 1,5 milyar per hari. Peralatan sensor berbeda-beda sesuai dengan peruntukannya. Kadang-kadang bisa berupa deret sonar yang ditarik di bel

Baterai Dari Plastik Daur Ulang, Solusi Bagi Masalah Sampah Dunia

Gambar
Terobosan ini datang dari tim peneliti dari University of California Riverside yang dipimpin oleh Cengiz Ozkan . Selama bertahun-tahun tim tersebut telah mencari bahan nanomaterial baru yang dapat digunakan sebagai superkapasitor. Ilustrasi Sampah Plastik (Foto: wikipedia.org) Superkapasitor dapat menjadi opsi sebagai alat penyimpan energi pada kendaraan listrik layaknya sebuah baterai. Meskipun superkapasitor tidak memiliki kapasitas penyimpanan sebesar baterai, dari segi waktu waktu maka pengisian daya superkapasitor adalah super cepat, jauh lebih cepat daripada baterai lithium. Sebelumnya, Ozkan dan rekan-rekannya telah meneliti berbagai hal mulai dari graphene hingga botol kaca, dan hasilnya pun cukup menjanjikan. Namun penemuan terbaru mereka kali ini menyentuh langsung pada salah satu masalah lingkungan terbesar yang kita hadapi saat ini yaitu dalam limbah plastik. Potongan botol plastik yang terbuat dari polyethylene terephthalate plastics (PET) diubah menjadi serat mikroskop

Sadar Lingkungan, Pandemi Virus Corona Mengubah Mindset Pengusaha

Gambar
Kapal Tanker LNG Artic Princess (Foto: commons.wikimedia.org)   Oil and gas dan batubara adalah primadona bisnis energi, untung besar, cepat balik modal, punya segudang multiplier effect , dsb; demikian kira-kira mindset pengusaha sebelum pandemi virus corona menerpa dunia. Tapi menurut survei yang dilakukan oleh  Haven Power itu semua adalah cerita masa lalu karena: 75% pengusaha merasa Covid-19 telah membuat mereka mulai memikirkan tentang cara yang berbeda agar mereka tetap dapat menjalankan bisnis; 70% pengusaha mengaku bahwa  lockdown berhasil membuat mereka menjadi lebih sadar lingkungan; dan 47% pengusaha percaya bahwa struktur bisnis mereka harus segera beradaptasi untuk siap menghadapi era new normal . Hal tersebut selaras dengan pernyataan seorang analis dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), Kathy Hipple, kepada CNBC . Dia mengatakan bahwa pandemi virus korona telah mengungkap kelemahan keuangan perusahaan yang bergantung pada industri minyak da