Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Sumber Daya Migas, Industrialisasi dan Perekonomian Aceh

Gambar
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ Sumber Daya Migas, Industrialisasi dan Perekonomian Aceh (disampaikan dalam seminar Revitalisasi  Kawasan Industri Lhokseumawe 8-9 Nopember 2013) }   Sektor industri merupakan katalisator pembangunan ekonomi pada setiap negara di dunia. }   Perkembangan sektor industri di Aceh sangat dipengaruhi oleh penemuan cadangan minyak dan gas bumi di akhir era 1960-an. }   Kawasan Lhokseumawe dan Aceh Utara  dengan cepat bertranformasi menjadi zona industri, ditandai dengan berdirinya: }   PT.  Arun Natural Gas Liquefaction (1974), }   PT.  Aceh Asean Fertilizer (1981), }   PT.  Pupuk Iskandar Muda(1982), dan }   PT.  Kertas Kraft Aceh (1985).                 [Sumber: Dawood,D (1991), Perkembangan Pembangunan Wilayah di Daerah Istimewa Aceh ] Peraturan Presiden No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Pemerintah telah menetapkan Kawasan Industri Lhokseumawe sebagai kawasan strategis nasional sebagai pendorong pen

The Impact of extreme Weather events on Budget Balances and ImplicatIons for fiscal polIcy

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ DISCUSSION  of  A WORKING PAPER The ImpacT of exTreme WeaTher evenTs on BudgeT Balances and ImplIcaTIons for fIscal polIcy

Ketidakpastian Hukum dan Dampaknya Bagi Pengelolaan Migas

Gambar
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ Kepastian hukum merupakan syarat utama dalam semua kegiatan bisnis, tak terkecuali dalam bisnis migas. Dalam sistem PSC di Indonesia, kepastian hukum akan sangat berdampak pada bagian pemerintah dari hasil pengelolaan migas. Contoh kasus yang paling anyar, adalah menipisnya bagian pemerintah akibat dari berlarut-larutnya penyelesaian kelanjutan pengelolaan Blok Pase di Provinsi Aceh dimulai sejak akhir tahun 2012. PSC Blok Pase diperoleh oleh Mobil Pase Inc. ( perusahan minyak AS ) pada tahun 1981 selama 30 tahun, kemudian pada tahun 1983 perusahaan tersebut menemukan cadangan Hidrokarbon yang komersial untuk diproduksi. Diperkirakan Blok Pase memiliki Original Gas in Place (OGIP) 498 BCF dengan cadangan terbukti hingga saat ini adalah 183 BCF.  Sejarah Pengelolaan Blok Pase ExxonMobil sebagai perusahaan hasil merger Exxon dan Mobil Oil menyerahkan hak pengelolaan Blok Pase kepada Triangle Pase Inc. (Triangle Energy ) pada tahun 2009 sete

SEJARAH PENGELOLAAN MIGAS INDONESIA (Bagian Kedua)

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ Sering dikatakan bahwa konsep PSC Indonesia terinspirasi dari tradisi penggarapan sawah di nusantara. Untuk itu maka tulisan saya kali ini merupakan imajinasi pribadi dalam usaha mereka-reka bagaimana konsep sederhana PSC Indonesia jika harus disesuaikan dengan tradisi tersebut. Sebagai contoh, salah satu sistem “mawah” yang dipraktekkan di Aceh, khususnya di daerah Kemukiman Lubuk, Kab. Aceh Besar; dimana Pemilik Sawah dan Petani memiliki kesepakatan sbb: Setiap hasil panen dibagi 3 dengan ketentuan: 1/3 bagi Pemilik Sawah, 1/3 untuk mengganti biaya produksi, dan 1/3 bagi Petani. Jika dianalogikan dengan sistem PSC maka Pemilik Sawah adalah Pemerintah, dan Petani adalah Kontraktor Migas baik nasional maupun asing. Agar lebih detil lagi,maka sawah yang akan digarapkan kita ibaratkan sebagai sawah yang waqafkan bagi mesjid Klik disini untuk keterangan tentangwaqaf , sehingga berfungsilah Imam Mesjid sebagai Pemerintah, dan Pengusaha sebagai

SEJARAH PENGELOLAAN MIGAS INDONESIA (Bagian Pertama)

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ Konon, m inyak bumi mulai dikenal oleh bangsa Indonesia sejak zaman kesultanan ditandai dengan penggunaan minyak mentah untuk membakar kapal-kapal Portugis selama perang Aceh-Portugis oleh armada Kesultanan Aceh sebelum modernisasi persenjataan di angkatan lautKesultanan tersebut .  Perkembangan migas secara modern di Indonesia dimulai saat dilakukan pengeboran pertama pada tahun 1871, yaitu di desa Maja, Majalengka, Jawa Barat, oleh pengusaha belanda bernama Jan Reerink . Sedangkan pengelolaan migas dengan sistem PSC sendiri baru dikenal sejak tahun 1965, dimana sebelumnya SDA miigas Indonesia dikelola dengan sistem konsesi (1899-1960) selama dikelola oleh Pemerintah Kolonial Belanda dan P.T. Minyak Nasional Rakyat selama era 1945-1960; sedangkan di era 1961-1964 berlaku kontrak karya pengelolaan migas dimana beberapa perusahan yang sempat beroperasi di Indonesia saat itu adalah P.N. Permina , P.N. Pertamin dan Perusahaan Tambang Miny

PNBP Minyak Bumi Aceh Timur TA 2013

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ PNBP Minyak Bumi merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak dari hasil penjualan (Lifting) Minyak Bumi.  Untuk periode 3 (tiga) tahunan, data lifting dapat di akses secara publik melalui Sistem Monitoring LiftingMinyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM . Selama periode 2006-2013, Aceh Timur memiliki 2 (dua) WK Migas yang menghasilkan Minyak Bumi 1.        Pase Block, Aceh Timur, jenis minyak: Arun Condensate 2.        Perlak Block, Aceh Timur, jenis minyak: Sumatera Light Crude (SLC) Sedangkan Blok Migas yang menjadi harapan masa depan bagi Aceh Timur adalah Blok A yang saat ini dikelola oleh Medco dan partner. Blok ini berada di wilayah Kabupaten Aceh Timur Propinsi Aceh, tepatnya berada dibeberapa wilayah Kec : Nurussalam, Kec : Simpang Ulim Kec : Kuta Binjei Kec : Darul Aman Kec : Idi R ayeuk, Kec : D arul A man, Kec Nurussalam, Kec Kutabinje & Kec Perlak, Bayeun dan Langsa. dengan luasan area 1803 Km2. Namun hingga akhir 2013, Blok A b

Paradigma Dana Bagi Hasil SDA Migas Aceh (2)

Gambar
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ Setelah dipaparkan tentang beberapa hal utama yang harus dipahami terkait Dana Bagi Hasil SDA Migas, maka berikut ini adalah penjelasan yang lebih rinci tentang DBH SDA Migas tsb BAGAN PENERIMAAN MINYAK BUMI  DENGAN POLA PRODUCTION SHARING CONTRACT (PSC) BAGAN PENERIMAAN GAS ALAM   DENGAN POLA PRODUCTION SHARING CONTRACT (PSC) ALUR DANA PENERIMAAN MIGAS (BERDASARKAN REALISASI) Alokasi DBH SDA Migas Aceh sesuai UU No. 11/2006 BERITA ACARA REALISASI LIFTING MIGAS Informasi Utama BA Realisasi Lifting •        Daerah Penghasil Minyak Bumi/Gas Alam •        Lifting per Daerah Penghasil •        Gross Revenue per Daerah Penghasil dan Lifting Pemerintah Equation (1) •        KEN        = Cost + Eshare1 + FTPshare1 - DMO •        GEN       = Eshare2 + FTPshare2 + DMO •        TOTAL   = KEN + GEN = Cost + ETS +FTP Keterangan: -           KEN à Total Penerimaan Kontraktor -          

Paradigma Dana Bagi Hasil SDA Migas Aceh (1)

Gambar
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ Pendahuluan Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi (SDA Migas) mempunyai arti khusus bagi masyarakat Aceh, diakibatkan dari perkembangan sektor industri yang sangat dipengaruhi oleh penemuan cadangan minyak dan gas bumi di akhir era 1960-an. Kawasan Lhokseumawe dan Aceh Utara  dengan cepat bertranformasi menjadi zona industri, ditandai dengan berdirinya PT. Arun Natural Gas Liquefaction (1974), PT. Aceh Asean Fertilizer (1981), PT. Pupuk Iskandar Muda(1982), dan PT. Kertas Kraft Aceh (1985). Lihat:  www. acehbooks .org/pdf/ ACEH _03461.pdf ‎ Pasca pengesahan UU 11/2006tentang pemerintahan aceh   Pemerintah Aceh memiliki tambahan dana bagi hasil SDA Migas sebesar 55% dari Minyak Bumi dan 40% dari Gas Bumi. Hal masih menjadi polemik hingga saat ini dikarenakan prinsip-prinsip dasar Dana Bagi Hasil (DBH) SDA Migas. Adapun secara umum, ketentuan DBH Migas adalah: •        Sesuai ketentuan Ps. 28 PP 55/2005 tentang Dana Perimbangan, perhitungan real