Postingan

Faktor-faktor Penyebab Fluktuasi Harga Minyak Bumi

Gambar
Oil Field PIXABAY Minyak Bumi adalah komoditi energi utama dunia selama era globalisasi, yang penggunaannya mulai dari sebagai bahan bakar pembangkit listrik yang menggerakkan mesin-mesin pabrik di Belawan hingga BBM buat kendaraan roda dua yang dipakai oleh petani kopi di Takengon. Konsumen awam biasanya protes ketika harga BBM naik dan tetap sulit untuk menerima penjelasan dari otorita terkait, ditambah lagi dengan munculnya baliho-baliho penolakan dari para politikus norak yang miskin ide juga kurang gagasan dan bisanya cuma memainkan perasaan orang awam untuk sekedar mempertahankan eksistensi pribadi. Padahal faktor-faktor yang menentukan naik turunnya harga oil&gas adalah begitu kompleks sehingga kebijakan untuk tetap memaksakan subsidi BBM hingga menguras APBN menjadi tidak tepat. Faktor Permintaan (Demand)   Faktor penentu pertama adalah sisi permintaan (demand). Sebagaimana komoditi lainnya, semakin tinggi permintaan maka akan semakin berdampak pada kenaikan harga apabila k

Kabelnya Sun Cable Bakal Membentang Sepanjang 4500 Kilometer Untuk Listr...

Gambar
95% kebutuhan listrik Singapura dipasok oleh Pembangkit Listrik Tenaga Gas. Sebab negara kecil di Asia Tenggara ini tidak memiliki banyak alternatif dalam strategi ketahanan energi dalam negerinya. Dengan ketersediaan lahan yang amat terbatas, maka model pembangkit listrik energi terbarukan yang lagi nge-trend saat ini seperti Tenaga Surya atau Bayu merupakan sesuatu yang mustahil dibangun di dalam negerinya sendiri. Paling-paling cuma bisa diaplikasikan pada PLTS Atap di bangunan gedung yang hasilnya pun tak seberapa. Jadilah kemudian muncul ide untuk melistriki Singapura dari luar negeri dengan cara mengalirkannya melalui kabel listrik bawah laut. Australia – ASEAN Power Link Project adalah sebuah proyek EBT yang paling ambisius di Asia-Pasifik yang mana proyek ini sudah gaung-gaungkan sejak bulan Oktober tahun 2020. Tujuannya adalah untuk melistriki Singapura dengan PLTS 10 GW di Newcastle Waters Station yang terletak di Northern Territory Australia. Kepada kantor berita ABC R

Mengenal Istilah Efek Gas Rumah Kaca

Gambar
Gas rumah kaca merupakan sekumpulan gas yang terdapat dalam lapisan atmosfer paling rendah yang menyebabkan panas matahari dapat tersimpan dalam atmosfer Bumi layaknya bangunan rumah kaca yang digunakan untuk bercocok tanam agar tanaman tumbuh maksimal mulai dari pembibitan hingga budidayanya. Karena serupaan sifat seperti inilah maka komponen kimiawi atmosfer yang berpengaruh pada proses penyekatan panas matahari disebut sebagai gas rumah kaca. Sedangkan fenomena peningkatan temperatur global ( pemanasan global ) akibat meningkatnya kandungan gas rumah kaca dalam atmosfer disebut sebagai efek gas rumah kaca. Secara alamiah, efek gas rumah kaca adalah sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan di Bumi. Kehadiran gas rumah kaca dalam kadar normal membuat kehangatan planet Bumi terjaga pada suhu 15 derajat Celsius, kondisi yang menyokong kelangsungan rantai kehidupan organisme di seluruh tempat di dunia. Tanpa gas rumah kaca maka mustahil Bumi dapat dihuni oleh organisme apa pun,

Banjir Besar Serentak, Dari Jerman sampai ke China: Masihkah Kita Meragukan Bahaya Perubahan Iklim?

Gambar
Dalam pekan terakhir di bulan ini, bencana banjir mematikan yang telah menjungkirbalikkan kehidupan di China dan Jerman terjadi dalam selang waktu yang hampir bersamaan. Pada tanggal 17 Juli 2021, kantor berita Reuters melaporkan bahwa banjir bandang sedang menghantam bagian barat Jerman dan Belgia. Sedikitnya 157 orang meninggal atau hilang disapu arus deras yang dating secara tiba-tiba. Selang tiga hari kemudian,  Reuters kembali merilis berita tentang kepanikan penduduk kota Zhengzhou yang sedang terjebak dalam terowongan bawah tanah (subway) akibat banjir besar yang juga datang dengan tetiba tak disangka bakal jadi bencana. Roda ekonomi di kota industri yang terletak di tengah-tengah China itu terpaksa berhenti total. Kerugian finansial akibat banjir bandang ini diperkirakan mencapai 2,7 triliun rupiah. Fenomena ini telah mengingatkan kita kembali akan kebenaran bahaya perubahan iklim , dimana para ilmuan telah mewanti-wanti para pemimpin dunia akan peningkatan kejadian cua

Biofuel Alga: Menjanjikan Namun Bisa Bikin Shell dan Chevron Putus Asa

Gambar
Awal mula kemunculannya, ide untuk memanen biofuel dari alga tampak begitu menjanjikan, baik dari segi teknis maupun ekonomi. Namun kenyataannya ternyata berbanding terbalik, hingga kini belum lagi ditemukan teknologi tepat guna yang mampu memproduksi biofuel dari alga dalam skala industri. Sedangkan kompetitor lain sesama energi alternatif seperti PLTB dan PLTS, teknologinya semakin mutakhir. Kini, penggunaan energi angin dan surya sudah mengalahkan biofuel alga dari segala sisinya. Pemain besar industri energi seperti Shell dan Chevron telah mengangkat bendera putih setelah menyadari bahwa biofuel alga hanya akan jadi layak dalam waktu 50 tahun lagi, itu pun jika mereka mau membiayai penelitiannya secara berkesinambungan tanpa henti. Cuma ExxonMobil saja yang masih setia untuk menjadi donatur bagi penelitian bioful alga agar para penelitinya bisa terus bekerja. Penelitian alga sebagai sumber bahan bakar nabati mulai dikenal luas sejak tahun 1970an. Sejak saat itu berbagai upaya sudah